Sejarah

            Pendirian SMP Muhammadiyah Al Mujahidin merupakan respon terhadap desakan masyarakat tentang perlunya lembaga pendidikan Islam yang berkualitas yang dapat menjamin mutu pendidikan agama dan kualitas akademik secara integral. Tindak lanjut dari desakan masyarakat tersebut maka Muhammadiyah dalam Musyda tahun 2010 telah mengamanatkan Majelis Dikdasmen PDM Gunungkidul untuk mendirikan sebauah sekolah jenjang SMP yang berkualitas secara keagamaan maupun akademik.

 

            Pengembangan SMP Muhammadiyah Al Mujahidin dengan model Boarding School dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap awal atau rintisan konsep sekolah dimulai dengan model full day school sampai siap dilaksanakan penyelenggaraan sekolah boarding school.

 

            Agar tidak kehilangan jejak maka perlu disampaikan sejarah tentang SMP Muhamamdiyah Al Mujahidin. SMP Muhammadiyah Al Mujahidin didirikan pada tanggal 20 Maret 2013 oleh tim pendiri yang susunan pengurusnya adalah sebagai berikut:

 

            Penasehat : 1. H. Akhid Bazari, BA 2. Ketua PDM Gunungkidul

            Ketua : H. Sulistyo Raharjo, SH, MM

            Wakil Ketua : Drs. Ngadimin

            Sekretaris : Usman Musiyanto, Amd

            Bendahara : H. Edwin Satria Hadi, SE

            Seksi ketenagaan : Drs. H. Faizuz Sya’bani, MA

            Seksi Kurikulum : Drs. H. Andar Jumailan, MM

            Seksi Administrasi H. Aam Sugasto, S.Ag, MA

            Seksi Usaha Dana Drs. H. Sadmonodadi, MA

            Seksi Humas : H. Asrofi, S.Ag, M.Hum

 

            Pendirian SMP Muhammadiyah Al Mujahidin dimulai dengan penyiapan tenaga teknis yang meliputi penunjukkan Kepala Sekolah, Guru Ismuba dan Staf Administrasi. Penunjukkan tenaga teknis tersebut untuk menyiapkan segala perangkat dan kebutuhan yang berkaitan dengan persekolahan dan pada saat itu ditunjuk sebagai Kepala Sekolah Agus Suroyo, S.Pd.I, M.Pd.I, guru Ismuba Asrul, S.Th.I dan Jaka Prayitna sebagai staf administrasi.

 

            Untuk mendapatkan pengakuan dari Pemerintah maka Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah  mengajukan proposal pendirian kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunungkidul agar diterbitkan surat ijin operasional. Setelah melalui verifikasi dari Disdikpora Kabupaten Gunungkidul pada akhirnya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga menerbitkan SK nomor 421/133/KPTS/2013 tentang Persetujuan Pembukaan SMP Swasta Tahun Pelajaran 2013/2014 tertanggal 14 Juni 2013.

 

            Bersamaan dengan proses permohonan penerbitan ijin operasional, tenaga teknis  dan panitia pendiri juga telah melakukan sosialiasi dan rekrutmen guru dan siswa baru. Sebelum recruitmen siswa baru, terlebih dahulu dilakukan recruitmen guru baru yang meliputi guru IPA, guru Bahasa Indonesia, guru Bahasa Inggris dan guru Matematika. Pada saat itu pendaftar guru baru berjumlah 18 orang namun setelah diadakan proses seleksi dari 18 orang tersebut yang memenuhi persyaratan dan lolos uji seleksi hanya ada 2 orang yaitu Alvani Nuzul Marfu’ah, S.Pd sebagai guru IPA dan Wiji Lestari, S.Pd sebagai Guru Bahasa Inggris. Dengan demikian jumlah tenaga teknis SMP Muhammadiyah Al Mujahidin pada saat itu berjumlah 5 orang yaitu Kepala Sekolah, Guru Ismuba, Guru IPA, Guru Bahasa Inggris dan Staf Administrasi.

 

            Kelima tenaga teknis tersebut kemudian melakukan sosialisasi dan publikasi untuk melakukan rekruitmen siswa melalui kegiatan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang dibuka sejak tanggal 13-27 Mei 2013. Pada saat itu jumlah siswa yang diterima berjumlah 60 siswa dan setelah melalui proses seleksi diterima 48 siswa atau 2 kelas. Dalam perkembangan selanjutnya dari 48 siswa yang mendaftar hanya 45 siswa yang melakukan herregistrasi dan dari 45 siswa tersebut terdapat 3 siswa lagi yang mengundurkan diri karena diterima di Mualimat dan 1 orang lagi pindah ke sebuah Pondok Pesantren di Magelang. Dengan demikian jumlah siswa SMP Al Mujahidin saat itu tinggal 42. Disisi lain masih ada juga beberapa pendaftar yang menyusul, oleh karena itu sekolah dan panitia pendiri kemudian mempertimbangkan untuk melakukan seleksi terhadap pendaftar susulan dan dari 4 pendaftar susulan tersebut setelah diuji 2 pendaftar diterima sehingga jumlah siswa berjumlah 44. Hal ini dilakukan karena kuoto yang diberikan oleh Dinas Pendidikan untuk SMP Al Mujahidin adalah 2 kelas.

 

            Dalam perjalanan berikutnya ternyata terdapat beberapa siswa yang menghendaki pindah ke SMP Al Mujahidin namun tidak semuanya bisa diterima. Hal ini dikarenakan SMP Muhammadiyah Al Mujahidin sudah menetapkan kualifikasi siswa yang akan diterima yaitu minimal mendapatkan NEM 24. Dari beberapa siswa yang menghendaki pindah tersebut akhirnya ada 1 siswa yang bisa diterima dengan alasan secara kualifikasi NEM memenuhi dan bersedia mengikuti ketentuan dan persyaratan yang ditentukan oleh sekolah. Dengan demikian pada tahun pelajaran 2013/2014 siswa SMP Muhammadiyah Al Mujahidin berjumlah 45 siswa dengan jumlah siswa laki-laki 23 siswa dan 22 siswa perempuan.

 

            â€‹Untuk keberlangsungan program pembelajaran tahun ajaran pada tahun 2014/2015 telah  rampun dibangun 6 kelas di gedung baru SMP Muhammadiyah Al Mujahidin di Jalan raya Wonosari-Jogja, Logandeng, Playen. Tanah yang didirikan bangunan SMP Muhammadiyah Al Mujahidin adalah tanah wakaf dari ibu Hj. Atika Norma Dewi dan H. Winarno Asfan seluas 2196 m2. Semoga dengan telah terbangunnya gedung baru SMP Muhammadiyah Al Mujahidin dapat memaksimalkan proses pembelajaran yang lebih baik.